Just little info

Few years behind, we maybe still remember many aircraft accident happened in Indonesia. Thousand passengers were died, especially for those who sitting in the front row. From that circumstance my friend made a conclusion, the safest place for sitting was in rear row. In crash landed situation, either the possibility of aircraft nose hit the land or crack in the middle was bigger, my friend argued. I totally agreed with him, until I saw a television program that talk about aircraft accident. From that program revealed that in airplane accident there is no safest sitting position. It is all totally depends on the how that accident happen, what’s the trigger, and which part of the plane hitting the land first. Even though half of the aircraft experts have opinion that they preferred to sit next to or close to exit door. The reason is, when accident happen they can reach the exit door easily especially in fire condition, where smoke will full the cabin. The habits of the passengers also the serious part to make rescue moment become delayed. To understand you how to react in aircraft accident, here are the summaries: 1. Try to choose sitting position close to exit door. If you don’t get it, count the sitting row from your seat to the exit door. It will help you to find the exit door easily, especially in fire circumstance when smoke clouding the cabin. 2. If you traveling in group, make a plan how to rescue when accident happen. The important thing is, make sure you safe first then you can help others. Make yourself out from the plane as soon as possible, and not looking your partner in the plane because it will obstacle the others passengers to out from the plane. 3. Give attention when stewardess giving rescue instruction, and also read the manual instruction in the booklet. 4. Do not pull the life jacket in the plane, because in drowning situation, it will make you stuck on the plane because you cannot move easily. Pull the life jacket only you have already on the outside. 5. Check all the safety equipment, and make sure there is a safety jacket beneath your seat. From those points, I hope it will help you to make a rescue plane when you start steeping your foot in the airplane. ew years behind, we maybe still remember many aircraft accident happened in Indonesia. Thousand passengers were died, especially for those who sitting in the front row. From that circumstance my friend made a conclusion, the safest place for sitting was in rear row. In crash landed situation, either the possibility of aircraft nose hit the land or crack in the middle was bigger, my friend argued. I totally agreed with him, until I saw a television program that talk about aircraft accident. From that program revealed that in airplane accident there is no safest sitting position. It is all totally depends on the how that accident happen, what’s the trigger, and which part of the plane hitting the land first. Even though half of the aircraft experts have opinion that they preferred to sit next to or close to exit door. The reason is, when accident happen they can reach the exit door easily especially in fire condition, where smoke will full the cabin. The habits of the passengers also the serious part to make rescue moment become delayed. To understand you how to react in aircraft accident, here are the summaries:

1. Try to choose sitting position close to exit door. If you don’t get it, count the sitting row from your seat to the exit door. It will help you to find the exit door easily, especially in fire circumstance when smoke clouding the cabin.

2. If you traveling in group, make a plan how to rescue when accident happen. The important thing is, make sure you safe first then you can help others. Make yourself out from the plane as soon as possible, and not looking your partner in the plane because it will obstacle the others passengers to out from the plane.

3. Give attention when stewardess giving rescue instruction, and also read the manual instruction in the booklet.

4. Do not pull the life jacket in the plane, because in drowning situation, it will make you stuck on the plane because you cannot move easily. Pull the life jacket only you have already on the outside.

5. Check all the safety equipment, and make sure there is a safety jacket beneath your seat.

From those points, I hope it will help you to make a rescue plane when you start steeping your foot in the airplane.

Leave a comment

Filed under info

many ways to earn money

Street sellers in Indonesia are very creative to create some stuff to sell out. In my thought, they really fast to catch customer’s needs and demands. Just like my experienced when I gone to Surabaya using train in economic class.

Like usual in economic class train, the seller always made cabin being crowded with their noisy voices. After the Purwokerto train station, there was a seller that grabbed my attention; he offered a kind service to recharge the cellular phone battery. Paying for Rp. 3000, passenger could recharge their cell phone battery for approximately 15 minutes. You just need to release your battery from the phone, and then the battery will be pinch to the electronic device which connected to the accumulator. So the customers did not to worry to loose their cell phone, because the device doesn’t need the cell phone during the process like usually way to recharge the battery.

Low battery conditions sometimes can be avoidable, especially when you go on the far distance using land public transportation. Some experts said, like I heard on television, although communication technology developed much fast, the battery technology is not reach satisfying development yet. The battery capacity still becomes a boundary when during mobile communication, due to its capability to keep the energy.

15 minutes maybe still not enough to make your cell phone battery fully recharge, but with that kind of service offered, it hopes able to overcome the technology boundary.

Leave a comment

Filed under info

beragamnya tarif angkutan di Jakarta

Walau Organda DKI Jakarta setuju untuk menurunkan tarif angkutan Rp. 500,- beberapa waktu yang lalu, bahkan hingga disertai operasi penertiban dan razia di terminal-terminal, ternyata pelanggaran tarif tersebut masih terjadi.

Hal ini saya alami sendiri ketika menggunakan bus ARH P 100 jurusan Tangerang-Senen. Tarif yang diminta oleh sang kondektur sebesar Rp. 3.000,- . Saya kira, karena melalui tol dan mungkin berafiliasi pada Organda Tangerang, maka tidak ada kewajiban untuk menurunkan tarif oleh operator bus ini.  Saya kemudian mulai curiga, ketika kemarin saya melihat ada salah seorang penumpang yang meminta  tambahan kembalian dari sang kondektur. Saat ia memberikan uang Rp. 5000,- uang yang dikembalikan yang hanya Rp. 2000,- lalu ia meminta tambahan Rp. 500,-.

Saya masih belum cukup curiga karena penumpang yang lain tetap dikenakan tarif Rp. 3000,-. Hingga kemudian, saya mencoba bus dengan jurusan yang sama tetapi dari perusahaan operator yang berbeda, dan memang benar, tarif  yang dikenakan hanya Rp. 2.500,- saja, dengan fasilitas yang sama, pelayanan yang sama alias standar bus kota, bahkan dengan jarak yang sedikit lebih jauh.

Jika dulu, tarif bus untuk trayek dan fasilitas yang sama dikenakan tarif standar artinya antara satu operator dengan operator bus yang lain sama, dan sekarang bisa berbeda-beda.  Apalagi jika anda menggunakan operator model shuttle bus yang sedang marak dari beberapa komplek perumahan  di pinggiran Jakarta. Tarif yang lebih mahal memang sudah pasti, tetapi saya hingga saat ini belum tahu dasar penentuan tarif yang menjadi acuan mereka hingga bisa mengeluarkan kebijakan tarif sendiri.

1 Comment

Filed under info

sirkuit A1 bagi para supir angkot

sirkuit karawaci

Jika Sirkuit karawaci memang jadi digunakan sebagai ajang balap AI, Indonesia kini boleh berbangga karena berhasil memiliki Sirkuit jalan raya setelah Monaco dan Singapura. Tetapi bukan Satrio Hermanto maupun Zahir Ali yang akan menjajal sirkuit ini pertama kali, tetapi supir-supir Angkot yang biasa mangkal di sekitar Lippo Karawaci yang akan menjadi test driver di sirkuit ini. Selain mencatatkan diri sebagai salah satu Negara pemilik sirkuit jalan raya, Indonesia mungkin hanya (dan hampir dapat dipastikan) satu-satunya Negara yang mengijinkan supir angkot untuk masuk dan mencoba lintasan sirkuit bertaraf international itu. Logika memang terserah Anda, supir angkot yang narik penumpang di sirkuit, atau melegalkan “sirkuit” yang selama ini digunakan supir angkot untuk rebutan penumpang menjadi benar-benar sirkuit berlisensi FIA. Dan memang jika itu benar, jangan salah jika mobil-mobil A1 ketika berlomba nanti akan disalib mobil carry berwaran putih, atau kuning, atau bahkan Kijang berwarna biru. Dan ketika berhasil menyalip, mereka langsung berhenti mendadak untuk menurunkan penumpang.

1 Comment

Filed under 1

Bus terbaik 2008

Di penghujung tahun 2008, Departemen Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat melakukan pemilihan untuk Perusahaan Otobus Terbaik. Dari hasil pemilihan maka keluarlah P.O. Sinar Jaya sebagai perusahaan bus terbaik utuk region Jakarta. Sedangkan Nusantara dan Sumber Kencono masing-masing menempati posisi P.O terbaik untuk region Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tidak mengherankan jika Nusantara keluar sebagai P.O. terbaik di Jawa Tengah. Karena selain armada mereka yang baru, beberapa teman saya yang menggunakan jasa Nusantara memberikan kesan yang sangat positif.

Sedangkan Sinar Jaya yang dulu sempat terkenal karena aksi para pengemudinya yang gemar berbalap ria di Pantura, berhasil membenahi dirinya. Selain memperkuat armada mereka dengan kendaraan baru dan eksekutif, pelayanan prima kepada pelanggan juga mereka tingkatkan. Tidak heran jika mereka berhasil menguasai trayek jalur tengah seperti Purwokerto, Slawi dan Cikacap. Bahkan mereka juga berani membuka trayek ke Yogyakarta yang selama ini sudah banyak ‘dihuni’ oleh bus-bus papan atas.

Nah, yang menarik bagi saya mungkin hanya Sumber Kencono. Jika Anda bepergian dari Solo ke Surabaya melalui Jalur tengah melintasi Madiun dan seterusnya, Anda bisa menyaksikan bagaimana Sumber Kencono alias SK ini ngeblong (menyalip) kesana-kemari. Kondisi jalan di jalur tengah memang relatif lebih bagus dibanding dengan dengan kondisi jalan di Pantura selepas Rembang. Karena itulah, bus-bus yang melintasi jalur tengah menjadikan jalan ini sebagai lintasan F1 mereka.

Dari segi fisik kendaraan, bus SK menang jauh lebih bagus dibandingkan bus di Ibukota apalagi soal kebersihan. Bus SK memang cukup terawat, dan kru bus, berdasarkan pengalaman saya menggunakan jasa bus ini, memang relatif ramah dan membantu. Mungkin poin ini yang menjadikan mereka sebagai Bus terbaik di region Jawa Timur.

Region Jawa Timur sendiri termasuk region yang dihuni oleh P.O. kelas kakap. Mislanya saja ada group AKAS dan Kalisari. Tapi SK menyalip mereka semua untuk mendapatkan posisi no1 di Jawa Timur, seperti halnya SK menyalip semua kendaraan di jalanan.

1 Comment

Filed under info

penumpang

Sekarang ini saya sering mendengar para pengemudi mengeluh “…wah sekarang penumpang semakin sepi…”, Ya begitulah kira-kira ungkapan hati mereka. Angkutan umum sekarang ini semakin kalah bersaing dengan sepeda motor.  Selain faktor harga, kecepatan juga menjadi keunggulan dari sepeda motor.

Walau pun keadaan sudah berubah, dimana pengguna jasa kendaraan umum sudah semakin banyak beralih ke moda transportasi lain, tetapi para awak bus dan operator kendaraan tidak belajar satu hal, yaitu KENYAMANAN!

Para pengguna jasa hanya diperlakukan dan memang benar-benar diperlakukan seperti PENUMPANG! Ya penumpang. Tidak hanya angkutan umum seperti Metro Mini  maupun Bus Kota, tetapi perusahaan penerbangan pun memperlakukan konsumennya tidak jauh berbeda.

Lalu apa salahnya dengan kata Penumpang? Menurut saya memang tidak salah tetapi kurang tepat saja. Namanya orang menumpang biasanya tidak membayar dan hanya mengikuti kemauan si empunya. Jangankan posisi tawar, mereka sudah mau diangkut saja sudah bagus.

Ketika saya belajar tentang branding,  saya ingat betul banyak perusahaan transportasi yang mengubah panggilan kepada konsumen menjadi pelanggan yang terhormat atau juga Bapak dan Ibu. Terdengar lebih sopan memang. Tetapi, perubahan panggilan itu ternyata tidak banyak diikuti oleh perubahan pelayanan.  Mereka tetap mengangap bahwa penumpang adalah orang yang menumpang, walau pun sebenarnya menumpang dengan membayar.

Keadaan lebih parah akan dapat dengan mudah dijumpai di angkutan-angkutan umum khususnya di ibukota.  Selain masalah kapasitas angkut yang berlebih, perlakuan awak bus juga banyak yang kurang menyenangkan.  Kalo Anda penasaran, anda bisa mencoba bus-bus patas ketika jam sibuk. Anda pasti tahu rasanya menumpang itu bagaimana. Satu Hanya satu hal yang ada “Pokoknya sampai rumah lah”.

Hal-hal seperti ini memang harus sudah mulai diperhatikan dan diperbaiki. Jika soal kapasitas angkut memang menjadi masalah yang dilematis, dan mungkin bisa menjadi pengecualian. Tetapi jika soal keramahan, saya pikir bukan hal yang bisa ditawar lagi.  Itu semua bisa dimulai dengan satu hal kecil saja, ucapan terima kasih kepada sang konsumen.

Leave a comment

Filed under opinion

ruwetnya jalanan ibukota

Kemacetan di Jakarta semakin menjadi-jadi. Jika anda hidup di Jakarta memang akan terasa semakin tertekan. itu kira-kira yang dialami rekan saya yang tinggal di Simprug dan berkantor di daerah Fatmawati. Ia setiap hari pergi ke kantor mengendarai sepeda motor.

Jika beberapa bulan ia masih diperkenankan membelah kemacetan Jakarta dengan meliuk-liuk di antara mobil-mobil yang menjebakkan diri dalam kemacetan, kini hal itu akan semakin sulit ia lakukan.  Mau tak mau ia pun harus berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan di sekitar Arteri Pondok Indah. Teman saya itu pun masih beruntung karena jarak rumah dengan kantor masih relatif dekat. Bayangkan jika rumah Anda dengan kantor jaraknya cukup jauh.. Anda akan menikamti bersosialisasi di jalan raya.

Lagi-lagi kita berharap pada peranan Pemerintah. Setelah banyak cibiran ditujukan kepada proyek busway yang dianggap gagal oleh sebagian masyarakat, maupun proyek monorel yang masih dalam status Insya Allah, Pemerintah DKI Jakarta diharapkan dapat mengatasi masalah kemacetan yang dikabarkan telah menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Saya terpikir satu hal yang mungkin mudah bagi saya, Hentikan saja pembangunan di Jakarta! Jangan ada pembangunan gedung-gedung perkantoran, Super Blok, Mall maupun perumahan. Cukup pembangunan untuk fasilitas sosial dan umum saja. Jika pembangunan tidak ada, diharapkan akan mengurangi orang pergi ke Jakarta, paling tidak pertumbuhan pendatang baru dapat ditekan.  Tapi ya tentu saja, terhentinya pembangunan akan mengurangi pundi-pundi kas Pemerintah Daerah. Tapi, dengan pajak yang diterima,  saya pikr Pemerintah DKI sudah menerima cukup banyak.

Leave a comment

Filed under opinion